Karanganyar | Trisakti news : Di tengah suasana sejuk Taman Hutan Rakyat KGPAA Mangkunagoro I, Kabupaten Karanganyar, Lembaga Bantuan Hukum Rumah Pejuang Keadilan Indonesia (LBH RUPADI) menggelar agenda “Family Gathering dan Halal Bihalal” pada Sabtu dan Minggu, (19/4/2026).Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merajut kembali keterhubungan antaranggota yang selama ini tersebar dalam berbagai aktivitas profesional.
Sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari jajaran pimpinan, alat perangkat perkumpulan, pengurus wilayah, anggota, peserta magang, serta keluarga. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Dewan Pendiri Nasional (DPN) LBH RUPADI, Dr. (Hc). Joko Susanto, Sekretaris Dewan Pendiri Nasional (DPN) LBH RUPADI, Okky Andaniswari, serta Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Sunardi.
Turut hadir Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Tulus Wardoyo, Ketua Umum Badan Negosiator Hukum (BAHU) LBH RUPADI, Sumanto S. Tirtowijoyo, Ketua Umum Badan Paralegal Indonesia (BARA) LBH RUPADI, Muhammad Alfin Aufillah Zen, serta Sekretaris Jenderal Kantor Hukum Rumah Pencari Keadilan (ORMahen) LBH RUPADI, Muh. Yudi Rizqi Imanuddin.
Dari unsur kesekretariatan, hadir Kepala Kesekretariatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Hafid Nafi Rozzaki, yang turut aktif dalam dinamika diskusi selama kegiatan berlangsung. Selain itu, hadir pula Anggota Balai Mediasi Hukum (BADIKUM) LBH RUPADI, Eri Hardoko dan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LBH RUPADI Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Nastain dan jajaran pengurus daerah ada Nirwan Kusuma dan Mardha Ferry Yanwar.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Family Gathering dan Halal Bihalal LBH RUPADI Tahun 2026, Rahdyan Trijoko Pamungkas.
*Peran Kesekretariatan dalam Menjaga Ritme Organisasi*
Di tengah berbagai agenda santai seperti malam keakraban, permainan, dan wisata kuliner, perbincangan serius mengenai keberlanjutan organisasi tetap mengemuka. Dari perspektif kesekretariatan, kegiatan ini menjadi momen penting untuk membaca ritme internal organisasi.
Kepala Kesekretariatan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LBH RUPADI, Hafid Nafi Rozzaki, menilai bahwa koordinasi organisasi tidak selalu harus dilakukan dalam ruang formal.
“Dari sisi kesekretariatan, kami melihat justru di forum seperti ini komunikasi menjadi lebih cair. Banyak hal yang biasanya formal, di sini bisa dibicarakan dengan lebih terbuka,” ujar Hafid.
Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa pendekatan informal dapat membantu mempercepat sinkronisasi antarbagian dalam organisasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kantor Hukum Rumah Pencari Keadilan (ORMahen) LBH RUPADI, Muh. Yudi Rizqi Imanuddin, menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan komunikasi antarperangkat organisasi.
“Kita ini terdiri dari berbagai unsur, dan masing-masing punya dinamika sendiri. Kalau tidak ada ruang seperti ini, koordinasi bisa terasa kaku,” kata Yudi.
Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai lini organisasi, sehingga kerja-kerja ke depan dapat berjalan lebih selaras.
Ketua Panitia Family Gathering dan Halal Bihalal LBH RUPADI Tahun 2026, Rahdyan Trijoko Pamungkas, menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari kualitas interaksi yang terbangun.
"Kami melihat banyak komunikasi yang sebelumnya jarang terjadi, justru muncul di sini. Itu yang menjadi nilai utama kegiatan ini,” ungkap Rahdyan.
Ia juga menyampaikan bahwa konsep kegiatan yang melibatkan keluarga terbukti efektif dalam menciptakan suasana yang lebih terbuka dan inklusif.
Momentum halal bihalal menjadi penutup kegiatan yang penuh makna. Seluruh peserta saling berjabat tangan dan bertukar maaf, memperkuat kembali hubungan personal yang menjadi dasar organisasi.
Dalam konteks ini, kegiatan tidak hanya berfungsi sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperbaiki komunikasi dan memperkuat rasa memiliki.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa tantangan utama organisasi saat ini bukan sekadar menjalankan program, tetapi menjaga keterhubungan antaranggota. Dengan latar belakang kesibukan yang beragam, pendekatan yang lebih fleksibel dan humanis menjadi kebutuhan.
"Tentu dari Karanganyar, kami ingin menunjukkan bahwa konsolidasi tidak selalu harus dilakukan dalam ruang formal. Justru dari kebersamaan yang sederhana, fondasi organisasi dapat diperkuat kembali,"sebut Rahdyan.
(Bayu).
