Medan | Trisakti news : Sosok influencer berinisial DH alias Mr Roberto yang sempat menantang aparat untuk menangkapnya, akhirnya harus berhadapan dengan hukum. Ia diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Medan atas dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Saras (26), warga Medan Selayang.
Penangkapan ini sekaligus mengakhiri sorotan publik terhadap gaya hidup glamor pelaku yang kerap memamerkan perhiasan emas di media sosial. Citra mewah tersebut kini berbanding terbalik dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus pidana serius.
Peristiwa bermula pada Sabtu, 15 Maret 2026. Korban Saras mendatangi rumah pelaku di kawasan Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia, untuk mengambil barang-barangnya. Ia datang bersama adiknya, Bobby, setelah sebelumnya dihubungi oleh pelaku.
Namun situasi berubah mencekam saat korban tiba di lokasi.
“Saat saya tiba di lantai dua dan adik saya masih di bawah tangga, saya langsung ditarik paksa oleh DH dan dikunci di dalam kamar bersama anak saya,” ungkap Saras.
Di dalam kamar tersebut, korban mengaku mengalami kekerasan fisik yang brutal.
“Saya dipukul, ditendang, dicekik, dan tidak diizinkan keluar,” ujarnya.
Sementara itu, sang adik yang berada di bawah justru diusir oleh keluarga pelaku, membuat korban terisolasi tanpa bantuan.
Kekhawatiran keluarga memuncak setelah korban tidak kunjung pulang. Bersama kuasa hukum dan aparat kepolisian, mereka mendatangi lokasi pada Rabu, 18 Maret 2026.
Korban akhirnya ditemukan di sebuah kamar gelap di lantai dua ruko, dalam kondisi memprihatinkan dengan tubuh penuh luka memar. Petugas sempat mendapat hambatan saat hendak masuk, namun akhirnya berhasil mengevakuasi korban.
Kuasa hukum korban, Tommy Aditia Sinulingga, SH, MH, sempat menyayangkan lambannya tindakan awal aparat yang tidak langsung mengamankan pelaku saat korban ditemukan.
“Jika pelaku tertangkap tangan, seharusnya dapat segera diamankan. Ini yang kami sesalkan,” ujarnya.
Namun, pasca penangkapan, pihak keluarga dan kuasa hukum memberikan apresiasi kepada kepolisian. Mereka bahkan mendatangi Polrestabes Medan dengan membawa nasi tumpeng sebagai bentuk terima kasih atas tindak lanjut kasus tersebut.
“Kami mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang menindaklanjuti laporan kami,” kata Tommy.
Ucapan terima kasih juga terlihat dari karangan bunga yang berjejer di halaman Polrestabes Medan di Jalan HM Said. Dukungan datang dari berbagai kalangan masyarakat yang menilai penangkapan ini sebagai bentuk ketegasan aparat dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan.
Kasus ini membuka sisi lain dari sosok yang selama ini dikenal dengan gaya hidup mewah di media sosial. Di balik citra glamor tersebut, tersimpan dugaan tindak pidana yang kini tengah diproses secara hukum.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pelanggaran hukum lain. DH alias Mr Roberto terancam dijerat dengan pasal terkait penyekapan dan penganiayaan, dengan proses hukum yang akan terus berlanjut.
(red).
