MEDAN | Trisakti news : Tekanan terhadap PSMS Medan semakin menguat jelang laga krusial menghadapi Sriwijaya FC pada lanjutan Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kelompok suporter fanatik, SMeCK Hooligan, secara terbuka menantang Ayam Kinantan untuk meraih kemenangan telak dengan selisih lebih dari lima gol.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara pada Minggu, 19 April 2026. Desakan itu muncul setelah tim asuhan Eko Purdjianto gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir.
Dalam lima laga terakhir, PSMS hanya mampu mencatat dua hasil imbang dan menelan tiga kekalahan. Hasil imbang diraih saat menghadapi PSPS Pekanbaru dengan skor 1-1 pada 28 Maret 2026 serta Persikad Depok 2-2 pada 5 April lalu.
Sementara tiga kekalahan diderita saat menghadapi FC Bekasi City (1-2), Persekat Tegal (0-2), dan Garudayaksa FC (0-1).
Rentetan hasil negatif tersebut membuat peluang PSMS untuk promosi ke Super League musim depan dipastikan tertutup. Bahkan, posisi tim saat ini juga belum sepenuhnya aman dari ancaman play-off degradasi.
Saat ini, PSMS menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 31 poin dari 24 pertandingan, hasil dari delapan kemenangan, tujuh kali imbang, dan sembilan kekalahan.
Di bawahnya, Persekat Tegal yang mengoleksi 26 poin masih memiliki peluang untuk mengejar, mengingat kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan.
Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, menilai penurunan performa tim menjadi sinyal perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi strategi maupun mental bertanding.
“Coach Eko ini awal-awal bagus, kita lihat ada perubahan. Tapi semakin ke sini justru menurun,” ujar Lawren.
Sebagai bentuk desakan sekaligus pembuktian, Lawren meminta PSMS tidak sekadar menang saat menjamu Sriwijaya FC, tetapi juga mampu menciptakan pesta gol.
“Kalau menang, kita yakin bisa. Tapi kami minta harus di atas lima gol. Ini jadi pembuktian,” tegasnya.
Ia juga melontarkan ultimatum kepada pelatih Eko Purdjianto. Jika target tersebut tidak tercapai, pihaknya meminta agar sang pelatih mundur dari jabatannya.
“Kalau tidak bisa di atas lima gol, kami minta beliau angkat kaki. Kalau pun dipertahankan, kami minta manajemen jangan pakai lagi musim depan,” katanya.
Tiga laga tersisa musim ini akan menjadi penentu nasib PSMS Medan, baik untuk memperbaiki posisi di klasemen maupun menghindari ancaman play-off degradasi.
(Red).
