PASAMAN BARAT | TRISAKTI NEWS : Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pasaman Barat menggelar forum diskusi publik bertajuk “Ngobrol Pintar” (NGOBRI) pada Minggu (23/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat sejak pukul 14.00 WIB ini menjadi ruang dialektika yang mempertemukan unsur birokrasi, legislatif, hingga aktivis kepemudaan.
Pada edisi kali ini, DPD KNPI Pasaman Barat mengangkat tema strategis, yakni “Arah Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan sebagai Pondasi Ketahanan Kesehatan di Tengah Kehidupan Masyarakat.”
Ketua DPD KNPI Pasaman Barat, Bung Faisal Tanjung, selaku pemantik diskusi menyampaikan bahwa tema tersebut sengaja diangkat guna membedah sejauh mana pembangunan infrastruktur di Pasaman Barat mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup dan derajat kesehatan masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
“Pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari berdirinya fisik semata, tetapi bagaimana dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendukung ketahanan kesehatan,” ujarnya.
Forum diskusi ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, dengan sudut pandang komprehensif mulai dari pelaksanaan kebijakan hingga pengawasan anggaran.
Komitmen Infrastruktur Berkelanjutan
Sebagai narasumber pertama, Kepala Dinas PUPR Pasaman Barat memaparkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan jalan, jembatan, sistem drainase, hingga sanitasi yang baik menjadi faktor penting dalam membuka akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah pelosok atau kejorongan.
Infrastruktur dan Ketahanan Kesehatan
Narasumber kedua, Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan infrastruktur yang memadai.
“Bagaimana ambulans bisa menjemput pasien dengan cepat jika jalannya rusak? Bagaimana masyarakat bisa sehat jika infrastruktur air bersih belum memadai? Di sinilah pentingnya integrasi pembangunan yang berkelanjutan,” jelas dr. Gina dalam pemaparannya.
Peran Legislatif dalam Pengawasan Anggaran
Dari sisi legislatif, Anggota Komisi III DPRD Pasaman Barat, Jekrimen, SE, menegaskan komitmen DPRD dalam mengawal kebijakan anggaran agar berpihak pada kebutuhan mendasar masyarakat.
Ia menyebut, pembangunan infrastruktur harus berjalan seimbang dengan penguatan sektor kesehatan dan jaminan sosial demi mewujudkan asas keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Kami di Komisi III akan terus mendorong keseimbangan antara pembangunan fisik melalui PUPR dan peningkatan pelayanan kesehatan melalui Dinas Kesehatan agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Kritik Konstruktif dari Aktivis Mahasiswa
Jalannya diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Dinamika forum semakin tajam saat memasuki sesi sanggahan dari kalangan aktivis mahasiswa.
Ketua Umum HMI Cabang Pasaman Barat, Raihul Afiv, sebagai penyanggah pertama, menyoroti persoalan pemerataan pembangunan. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus membangun di pusat kabupaten, tetapi juga memperhatikan daerah-daerah terisolasi yang selama ini mengalami kesulitan akses terhadap fasilitas kesehatan dasar akibat infrastruktur jalan yang belum memadai.
Sementara itu, Ketua Umum GMNI Pasaman Barat, Khairul Akmal, memberikan catatan kritis terkait aspek keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengabaikan keseimbangan ekosistem karena berpotensi memicu bencana alam dan masalah kesehatan baru di masa mendatang.
Ketajaman kritik dan argumentasi para aktivis ini mendorong narasumber memberikan jawaban berbasis data dan strategi kebijakan, menjadikan forum tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan ruang evaluasi kebijakan publik yang substantif.
KNPI Tegaskan Peran Pemuda sebagai Pengawal Kebijakan
Di penghujung acara, DPD KNPI Pasaman Barat menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan penyanggah yang telah berkontribusi aktif dalam forum diskusi tersebut.
KNPI menegaskan komitmennya sebagai wadah pemuda yang berperan sebagai iron stock dan agent of change dalam mengawal jalannya roda pemerintahan.
Rekomendasi strategis yang lahir dari forum “Ngobrol Pintar” ini nantinya akan dirumuskan secara tertulis dan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sebagai bentuk kontribusi pemikiran pemuda demi kemajuan daerah.

