SEMARANG |Trisakti news : Mandataris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Profesional Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat daerah menjelang deklarasi dan pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Langkah konsolidasi tersebut dibahas dalam rapat persiapan yang digelar di Aula Caffe Bestari, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (19/5/2026) malam. Agenda rapat mencakup pemetaan advokat kabupaten/kota, penentuan penanggung jawab wilayah karesidenan, pembentukan panitia, hingga strategi kaderisasi advokat muda.
Anggota mandataris PERADI Profesional Jawa Tengah, Misbahul Awang Sakti, mengatakan perkembangan organisasi menunjukkan tren positif. Menurutnya, minat advokat untuk bergabung terus meningkat meski masa mandat pembentukan baru berjalan beberapa pekan.
“Belum sampai satu bulan sejak mandat pembentukan berjalan dari total enam bulan masa mandat yang diberikan, antusias advokat cukup tinggi. Dari target awal 50 advokat, saat ini sudah ada 41 advokat yang bergabung dari berbagai organisasi profesi dan semuanya sudah log in anggota secara online,” ujar Awang.
Ia menjelaskan, para advokat yang bergabung berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah dan memiliki latar belakang organisasi profesi yang berbeda-beda.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa kebutuhan akan organisasi advokat yang profesional, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan dunia hukum semakin dirasakan.
“Kami ingin membangun organisasi yang mampu menjadi wadah bersama bagi advokat dengan tetap mengedepankan kualitas, integritas, dan profesionalisme,” katanya.
Selain konsolidasi organisasi, PERADI Profesional Jawa Tengah juga mulai menyiapkan sejumlah program strategis pasca-pelantikan, termasuk penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi.
Dalam deklarasi dan pelantikan nanti, panitia merencanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah kampus hukum di Jawa Tengah sebagai bentuk sinergi antara organisasi profesi dan dunia akademik.
“Kami ingin PERADI Profesional Jawa Tengah tidak hanya fokus pada organisasi internal, tetapi juga aktif dalam pengembangan pendidikan hukum dan pembinaan calon advokat,” jelas Awang.
Dalam rapat tersebut, Bonar Novi Priatmoko ditetapkan sebagai Ketua Panitia Deklarasi, sedangkan Muhamad Nastain dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelantikan.
Posisi sekretaris kegiatan diisi Okky Andaniswari dan Agustiana Nurkomalawati. Sementara bendahara kegiatan dijabat Muhammad Alfin Aufillah Zen bersama Imron Safi’i.
Adapun pengarah kegiatan terdiri atas Dr. (Hc). Joko Susanto, Sumanto, Muhammad Dasuki, dan Misbahul Awang Sakti, dengan Dr. IG Henri P. sebagai penanggung jawab kegiatan.
Ketua Panitia Deklarasi, Bonar Novi Priatmoko, mengatakan organisasi yang tengah dibangun tersebut akan diarahkan menjadi wadah pengembangan profesi advokat yang aktif dan produktif.
Menurutnya, sejumlah program telah disiapkan, mulai dari pendidikan dan pelatihan hukum, seminar, pengembangan sumber daya manusia advokat, bantuan hukum cuma-cuma, hingga pendampingan praktik profesi bagi mahasiswa hukum.
“Kami ingin organisasi ini hadir memberikan kontribusi nyata bagi profesi advokat, masyarakat pencari keadilan, dan dunia pendidikan hukum,” ujar Bonar.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Muhamad Nastain, memastikan seluruh jajaran panitia terus melakukan koordinasi agar pelaksanaan deklarasi dan pelantikan berjalan maksimal.
“Pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat solidaritas dan profesionalitas advokat di bawah naungan PERADI Profesional,” katanya.
Rencananya, deklarasi dan pelantikan tersebut akan dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Nasional PERADI Profesional, advokat dari berbagai daerah di Jawa Tengah, akademisi, aparat penegak hukum, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, hingga aktivis hukum.
(Bayu).
