Kondisi tersebut memunculkan keprihatinan dari sejumlah alumni yang menilai UISU perlu segera melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan antarperguruan tinggi swasta di Sumatera Utara.
Salah seorang alumni Fakultas Ekonomi UISU angkatan era 1990-an, Tri Setia Budi, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, apabila tidak segera dilakukan pembenahan dan inovasi, UISU dikhawatirkan akan semakin tertinggal dibandingkan perguruan tinggi swasta lainnya, khususnya di Kota Medan.
Ia menilai pihak yayasan perlu menghadirkan strategi baru dalam membangun citra dan memperkuat promosi kampus agar kembali menjadi pilihan utama calon mahasiswa. Selain itu, peningkatan kualitas akademik, prestasi mahasiswa, serta berbagai program unggulan dinilai penting untuk menarik minat masyarakat.
Menurut Tri Setia Budi, berdasarkan pengamatannya sebagai alumni, tren penurunan jumlah mahasiswa baru mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia berharap seluruh unsur di lingkungan UISU dapat bersinergi untuk mengembalikan kejayaan kampus yang pernah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta favorit di Sumatera Utara.
"Harus ada terobosan-terobosan baru agar UISU kembali bangkit. Jangan hanya dikenal ketika terjadi konflik, tetapi tunjukkan kualitas kampus melalui prestasi dan inovasi," ujarnya.
(red).
