-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dari Investasi hingga Pendidikan, Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris Bawa Capaian Konkret

    Kamis, 22 Januari 2026, Januari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T07:52:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa sepanjang berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah pertemuan penting, termasuk dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III.

    London | Trisakti news : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menuntaskan rangkaian kunjungan kerjanya ke Inggris pada Rabu, 21 Januari 2026, dengan membawa sejumlah capaian konkret yang berdampak langsung bagi kepentingan nasional. Hasil kunjungan tersebut mencakup komitmen investasi bernilai miliaran poundsterling, penguatan kerja sama strategis sektor maritim, hingga kolaborasi di bidang pendidikan tinggi.


    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa selama berada di Inggris, Presiden Prabowo menjalani sejumlah pertemuan penting, di antaranya dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Raja Charles III.


    “Pada tanggal 21 Januari 2026, Bapak Presiden telah menyelesaikan seluruh agenda kunjungan di Inggris. Salah satu pertemuan utama adalah dengan Perdana Menteri Starmer,” ujar Seskab Teddy kepada awak media di Bandar Udara Stansted, London.


    Dari pertemuan tersebut, tercapai tiga kesepakatan utama. Pertama, komitmen investasi dari Inggris senilai 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama strategis di bidang maritim. Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.


    Menurut Seskab Teddy, proyek pembangunan kapal nelayan tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.


    “Menurut Menteri Kelautan, proyek ini akan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja, karena seluruh proses produksi dan perakitan dilakukan di Indonesia,” ungkapnya.


    Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi. Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, di antaranya King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh.


    “Intinya ada kerja sama pendidikan. Bapak Presiden berencana membangun 10 kampus baru di Indonesia, khususnya di bidang kedokteran dan STEM—science, technology, engineering, and mathematics,” jelas Seskab Teddy.


    Kerja sama pendidikan ini meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, pertukaran dosen, serta kolaborasi riset. Pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pendidikan Inggris dan perwakilan Russell Group juga diharapkan dapat mendorong peningkatan peringkat universitas Indonesia di tingkat global.


    Di sela kunjungan luar negeri, Presiden Prabowo tetap menjalankan agenda strategis nasional. Seskab Teddy mengungkapkan bahwa Presiden memimpin rapat koordinasi melalui konferensi video dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

    “Setelah menerima laporan dari Satgas, Bapak Presiden memutuskan mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar,” kata Seskab Teddy.


    Menutup keterangannya, Seskab Teddy menegaskan bahwa seluruh kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia.


    “Setiap kunjungan luar negeri harus ada hasilnya, ada produknya, dan memberikan dampak positif langsung bagi bangsa,” pungkasnya.

    (Satpres/red).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini