Bali | Trisakti news : Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., mengikuti hari kedua kegiatan kongres internasional pemasyarakatan dan probation yang berlangsung di Aula Nusantara 2, Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua Bali, Rabu (15/04/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kabapas didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda, Puguh Setyawan Jhody, S.H., M.H., mengikuti pemaparan materi dari Prof. Ardianus Meliala, Ph.D., yang mengangkat tema “Maintaining Path for External Support to Deliver Public Services Taken by Prison and Probation Facilities.”
Dalam pemaparannya, Prof. Ardianus menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi sistem pemasyarakatan saat ini, khususnya dalam memberikan layanan publik yang optimal dan mendorong keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa masih terdapat hambatan berupa pola birokrasi yang kaku serta keterbatasan sumber daya yang berdampak pada efektivitas program pembinaan.
Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa budaya kerja yang masih bergantung pada otoritas tanpa inisiatif perlu segera diubah. Aparatur pemasyarakatan diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih inovatif, adaptif, serta proaktif dalam menciptakan terobosan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam kongres ini adalah pentingnya dukungan eksternal. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga non-pemerintah, maupun masyarakat, dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kabapas Semarang memperoleh wawasan strategis terkait penguatan sistem pemasyarakatan, termasuk pentingnya perubahan pola pikir birokrasi menuju pendekatan yang lebih fleksibel dan inovatif. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat komitmen untuk membangun sinergi dengan berbagai pihak guna mendukung keberhasilan pembinaan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja pemasyarakatan, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
(Bayu).

