Medan | Trisakti News : Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (1/5/2026).
Aksi yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol tersebut diwarnai dengan orasi-orasi yang menyoroti persoalan kesejahteraan buruh serta mahalnya biaya pendidikan. Massa menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan yang masih terjadi, baik di sektor ketenagakerjaan maupun pendidikan.
Dalam orasinya, salah satu peserta aksi menyampaikan bahwa kesejahteraan buruh yang tidak merata merupakan bentuk ketidakadilan, sementara akses pendidikan yang semakin mahal dinilai sebagai ancaman bagi masa depan generasi muda. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan buruh memiliki kepentingan yang sama dalam melawan berbagai bentuk penindasan.
Aksi mulai dipadati massa sekitar pukul 15.10 WIB. Dalam kesempatan tersebut, GMNI Sumut menyampaikan 12 tuntutan kepada pemerintah daerah maupun pusat, yakni:
1. Mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh.
2. Mendesak pembentukan satuan tugas khusus terkait pemutusan hubungan kerja (PHK).
3.Menolak dan menghapus praktik outsourcing.
4.Mendesak ratifikasi Konvensi ILO 188 tentang pekerjaan dalam penangkapan ikan.
5.Meminta penetapan upah minimum yang selaras dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
6.Mendesak perumusan dan pengesahan Perda tentang pekerja rumahan.
7.Mendesak harmonisasi regulasi penempatan awak kapal perikanan migran.
8.Mendesak pengawasan terhadap pekerja PKWT yang melebihi batas masa kerja.
9.Menuntut evaluasi sistem pendidikan di Sumatera Utara.
10.Mendesak pencabutan Surat Edaran Kementerian Pendidikan Nomor 02 Tahun 2026.
11.Mendorong pengesahan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
12.Mendesak evaluasi tata kelola program MBG.
Hingga aksi berlangsung, belum ada perwakilan dari DPRD Sumut yang menemui massa untuk menanggapi aspirasi yang disampaikan.
(Rangga).
