Rokan Hilir |Trisakti news : Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, mulai dipadati penziarah sejak Kamis (26/3/2026). Kedatangan warga keturunan Tionghoa yang pulang kampung untuk melaksanakan ritual sembahyang Ceng Beng membuat tingkat hunian hotel dan penginapan meningkat drastis, bahkan sebagian sudah penuh.
Perayaan Ceng Beng yang berlangsung dari 26 Maret hingga 4–5 April 2026 ini merupakan tradisi tahunan masyarakat Tionghoa untuk berziarah dan menghormati leluhur yang telah meninggal dunia.
Sejumlah lokasi tempat pemakaman umum (TPU) seperti di Bagan Barat dan Bagan Jawa mulai ramai dikunjungi keluarga dan ahli waris. Suasana ini diperkirakan akan terus berlangsung dan semakin semarak selama dua pekan ke depan.
Tingginya jumlah penziarah turut berdampak pada sektor perhotelan. Kamar hotel, wisma, hingga penginapan di Bagansiapiapi dilaporkan penuh karena telah dipesan jauh hari oleh perantau yang datang dari berbagai kota besar di Indonesia.
Aktivitas ziarah terlihat sejak pagi hari di TPU warga Tionghoa, seperti di Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, serta TPU di Kepenghuluan Bagan Jawa. Pemerintah daerah juga telah menyediakan fasilitas pendukung seperti keamanan, area parkir, dan petugas kebersihan, mengingat tradisi ini termasuk dalam kalender pariwisata Kabupaten Rokan Hilir.
Rudi Lang (45), seorang perantau asal Bagansiapiapi yang kini menetap di Surabaya, mengatakan bahwa sembahyang Ceng Beng merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur.
“Ini adalah tradisi turun-temurun yang sudah berlangsung berabad-abad. Ada keyakinan jika tidak pulang untuk sembahyang, maka usaha selama setahun ke depan bisa kurang lancar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momen ini dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar.
“Selain berdoa di makam leluhur dengan membawa sesajen, ini juga jadi kesempatan berkumpul dengan keluarga,” tambahnya.
Kegiatan Ceng Beng juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pedagang buah, rumah makan, tukang parkir, hingga pengemudi becak mesin merasakan peningkatan pendapatan.
Saripudin (43), seorang pengemudi becak mesin, mengaku mengalami peningkatan penumpang sejak pagi.
“Sejak pukul 06.00 WIB sampai siang ini, saya sudah mengantar empat penumpang pulang-pergi ke TPU. Biasanya mereka memilih pagi atau sore karena cuaca tidak terlalu panas,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya tradisi tersebut.
“Kedatangan warga Tionghoa dari berbagai daerah seperti Bagansiapiapi, Sinaboi, Panipahan, dan Pulau Halang membawa dampak positif bagi perekonomian. Pedagang, pengemudi becak, dan pelaku usaha lainnya ikut merasakan manfaatnya,” ujar Bupati.
Menariknya, meskipun sebagian makam leluhur berada di daerah seperti Sinaboi dan Pulau Halang, banyak perantau tetap memilih menginap di Bagansiapiapi selama pelaksanaan Ceng Beng.
Untuk memastikan keamanan, Polsek Bangko bersama Koramil Bagansiapiapi turut melakukan pengamanan di sejumlah TPU selama masa puncak kunjungan penziarah.
(Yan).
