-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    TNI Amankan Senjata dan Munisi Usai Kontak Tembak dengan OPM di Papua Tengah

    Selasa, 24 Maret 2026, Maret 24, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T09:55:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Papua Tengah | Trisakti news : Tim Patroli Keamanan Komando Operasi (Koops) TNI Papua berhasil menghalau dan memukul mundur kelompok bersenjata TPNPB-OPM dalam kontak tembak yang terjadi di Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/3/2026).


    Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah.


    Operasi patroli bermula saat prajurit TNI menemukan aktivitas mencurigakan di lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian kelompok bersenjata. Saat dilakukan penyisiran, terjadi kontak tembak yang membuat kelompok TPNPB-OPM melarikan diri ke arah hutan.


    Dalam peristiwa tersebut, pasukan TNI berhasil mengendalikan situasi di lapangan tanpa menimbulkan eskalasi lebih lanjut.


    Dari hasil pengamanan lokasi, aparat menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu pucuk pistol jenis P1, satu senapan angin, 14 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, delapan butir munisi kaliber 9 milimeter, bendera Bintang Kejora, uang tunai, serta perlengkapan lainnya yang diduga milik kelompok tersebut.


    Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


    Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengapresiasi kinerja prajurit di lapangan yang dinilai profesional dan sigap dalam menghadapi situasi.


    “Keberhasilan ini merupakan bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, dengan tindakan yang terukur dan sesuai prosedur,” ujarnya.


    TNI juga menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli keamanan serta memperkuat langkah-langkah preventif di wilayah rawan gangguan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang kondusif, menjamin keamanan masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan di Papua Tengah.

    (red).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini