-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Antrian Menggurita di SPBU Jalan Bintang, Kios Pengecer Tutup, Penggiat Sosial Angkat Bicara

    Rabu, 25 Maret 2026, Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T09:29:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Rokan Hilir | Trisakti news : Sejumlah SPBU di Kabupaten Rokan Hilir masih beroperasi melayani kebutuhan masyarakat dengan menjual BBM sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.


    Namun, khusus di Kota Bagansiapiapi sebagai ibu kota Kabupaten Rokan Hilir, saat ini hanya satu SPBU yang beroperasi, yakni SPBU di Jalan Bintang, Bagan Jawa.


    Pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, SPBU tersebut menjadi satu-satunya tempat pengisian BBM bagi pengendara roda dua maupun roda empat.


    Pantauan pada Rabu (25/3/2026) pagi, terlihat antrian panjang mengular hingga ratusan meter. Diperkirakan hampir 2.000 kendaraan roda dua memadati lokasi untuk mengisi Pertalite dan Pertamax.


    Meski antrian cukup panjang, kondisi tetap tertib dan teratur berkat pengawasan ketat dari petugas keamanan dan karyawan SPBU.


    Salah seorang warga, Suhendra Wijaya, mengaku telah mengantre selama hampir dua jam.


    “Sudah hampir dua jam antre, tapi belum juga sampai giliran. Di luar juga tidak ada kios yang buka,” ujarnya.


    Ia juga menyebutkan bahwa SPBU tersebut menjadi satu-satunya pilihan karena seluruh kios pengecer BBM tutup.


    Sementara itu, Amin, salah satu staf SPBU, menjelaskan bahwa pasokan BBM ke lokasi mereka tetap lancar.


    “Stok BBM lancar masuk dari Dumai. Karena pembeli banyak, kami mengatur secara bergiliran melalui sistem antrean. Alhamdulillah masyarakat tetap tertib, meskipun petugas kami terbatas,” jelasnya.


    Diketahui, di Kota Bagansiapiapi terdapat dua unit SPBU. Satu di antaranya dikelola oleh PT. SPRH (Sarana Pembangunan Rokan Hilir), sebuah BUMD milik Pemkab Rohil. Namun, SPBU tersebut tutup sementara selama libur Idul Fitri.


    Selain itu, PT. SPRH juga tengah menghadapi permasalahan hukum terkait dugaan korupsi di tingkat manajemen yang saat ini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau.


    Dengan kondisi tersebut, SPBU Jalan Bintang milik H. Idrus, seorang pengusaha sekaligus purnawirawan Polri, menjadi satu-satunya tumpuan masyarakat untuk memperoleh BBM.


    Di sisi lain, kios-kios pengecer BBM saat ini tidak beroperasi karena tidak dapat membeli pasokan. Hal ini disebabkan SPBU tidak melayani pembelian menggunakan jerigen.


    Menanggapi situasi tersebut, dua penggiat sosial di Rokan Hilir, Zaki Ulumuddin, S.Sos., M.Si dan Satria Sastra, mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan praktik penjualan BBM di atas harga eceran tertinggi (HET).


    “Jika ada yang menjual dengan harga Rp13.000, Rp15.000, bahkan hingga Rp20.000 sampai Rp25.000 per liter di kios pengecer, segera laporkan ke Pertamina melalui Call Center 135 atau ke Polri melalui Call Center 110. Itu bisa termasuk pelanggaran Pasal 53 Undang-Undang Migas,” tegas Zaki.


    Kondisi ini dipicu meningkatnya kebutuhan BBM, terutama karena banyaknya masyarakat dari luar daerah yang pulang kampung dan berkunjung ke Bagansiapiapi saat Idul Fitri, kota yang dikenal sebagai penghasil terasi (belacan) di Provinsi Riau.


    (Yan).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini