BATU BARA | Trisakti news : Pemerintah Kabupaten Batu Bara terus mematangkan langkah strategis dalam mentransformasi sektor pariwisata daerah. Bupati Batu Bara, H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si. melakukan kunjungan kerja langsung bersama sejumlah investor ke dua destinasi unggulan, Pulau Salah Namo dan Pulau Pandang, Kamis (12/2/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat penguatan sektor wisata bahari dengan mengedepankan prinsip pengelolaan berkelanjutan (*sustainable tourism*).
Meninjau Potensi Strategis Selat Malaka
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Baharuddin yang didampingi tim teknis mengajak para investor melihat dari dekat potensi alam di lepas pantai Selat Malaka tersebut. Menurutnya, aset alam yang dimiliki Batu Bara harus dikelola secara profesional agar memberikan dampak ekonomi konkret.
> Potensi alam kita adalah aset berharga yang perlu dikelola secara baik dan berkelanjutan. Fokus utama kita bukan sekadar menarik wisatawan, melainkan bagaimana pengembangan ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Bupati Baharuddin.
Keunggulan Destinasi dan Kesiapan Infrastruktur
Pulau Pandang dan Pulau Salah Namo menawarkan daya tarik yang berbeda namun saling melengkapi:
* Pulau Pandang Dikenal dengan pasir putih alami, air laut jernih, serta daya tarik ikonik seperti sumur air tawar dan situs legenda 'Batu Belah' di puncak bukit.
* Pulau Salah Namo Telah didukung fasilitas dasar seperti akses jalan lingkar, penginapan, rumah ibadah, dan sarana kesehatan sederhana.
Kedua lokasi ini dinilai sangat potensial untuk pengembangan aktivitas *niche market* seperti *diving, snorkeling*, dan memancing profesional mengingat kekayaan terumbu karangnya yang masih terjaga.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Para investor yang turut serta menyatakan ketertarikannya untuk menanamkan modal di wilayah tersebut. Diskusi antara pihak pemkab dan investor menitikberatkan pada beberapa poin krusial, antara lain:
1. Pembangunan infrastruktur pelabuhan kecil yang aman.
2. Penyediaan akomodasi ramah lingkungan (*eco-resort*).
3. Peningkatan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.
Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah dan sektor swasta adalah kunci utama. Namun, investasi ini harus sejalan dengan upaya pelestarian ekosistem laut dan konservasi sumber daya alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang," tambah Bupati yang sebelumnya menjabat sebagai Kadispora Sumut ini.
Visi Pariwisata Berbasis Budaya
Selain aspek alam, Pemkab Batu Bara berencana mengintegrasikan produk wisata berbasis budaya lokal. Hal ini bertujuan agar wisatawan tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi juga mengenal kekayaan tradisi masyarakat Batu Bara.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog bagi seluruh pemangku kepentingan guna memastikan rencana pengembangan ini berjalan inklusif dan membawa kemajuan signifikan bagi daerah.
(Erda).
