Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon atas laporan masyarakat yang selama ini resah terhadap aktivitas peredaran dan penggunaan narkoba di kawasan tersebut.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Komandan Komando Daerah Maritim I Belawan, Deny Septiana, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara Tatar Nugroho, serta jajaran dari Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/Medan. Kehadiran berbagai unsur aparat tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah pesisir Kota Medan.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan melakukan pengecekan di empat titik berbeda yang selama ini dilaporkan masyarakat sebagai lokasi rawan penyalahgunaan narkoba. Pemeriksaan dilakukan dengan menyisir area yang dicurigai sering dijadikan tempat berkumpulnya para pengguna narkotika.
Dari hasil pemeriksaan di keempat lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa alat serta bekas pemakaian narkoba. Meski tidak ditemukan pelaku saat peninjauan berlangsung, temuan tersebut menjadi indikasi kuat bahwa lokasi tersebut memang kerap digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan peninjauan. Pemerintah Kota Medan bersama aparat TNI, Polri dan BNN sepakat untuk memperkuat langkah-langkah penertiban serta pengawasan di wilayah tersebut guna mencegah aktivitas serupa kembali terjadi.
Selain melakukan pengecekan lapangan, tim juga berdialog dengan masyarakat sekitar untuk mendengarkan langsung keluhan serta informasi yang berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba di lingkungan mereka. Masyarakat diharapkan terus berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika di wilayahnya.
Pemerintah Kota Medan menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama semua unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan hingga masyarakat. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih dari narkoba.
Langkah peninjauan ini juga menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan Rico–Zaki dalam membenahi berbagai persoalan sosial di Kota Medan, termasuk memberantas peredaran narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Ke depan, pemerintah bersama TNI, Polri dan BNN akan terus melakukan patroli, pemantauan serta penertiban di wilayah-wilayah yang dianggap rawan peredaran narkoba. Upaya ini diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika sekaligus memperbaiki kondisi sosial masyarakat di kawasan Belawan.
Dengan langkah tegas dan kolaborasi yang kuat antar lembaga, Pemerintah Kota Medan optimistis kawasan Belawan dapat dibenahi secara bertahap sehingga masyarakat dapat hidup lebih aman, nyaman dan terbebas dari ancaman bahaya narkoba.
(red).
