Rokan Hilir | Trisakti news : Kabut asap tebal menyelimuti Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, pada Kamis pagi (2/4/2026). Kondisi ini membuat masyarakat terkejut sekaligus cemas terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan.
Sejak pagi hari, kabut asap terlihat pekat menutupi wilayah ibu kota kabupaten tersebut. Saat warga membuka pintu dan jendela rumah, mereka langsung disambut bau menyengat yang diduga berasal dari sisa pembakaran lahan dan hutan.
Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga menyebabkan mata perih, sesak napas, serta bau tidak sedap yang berpotensi memicu penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan seperti asma.
Kabut asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Rokan Hilir dalam beberapa hari terakhir.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Bupati maupun Wakil Bupati Rokan Hilir terkait kondisi tersebut. Begitu juga dengan dinas atau instansi terkait, yang belum menyampaikan langkah antisipasi maupun penanganan, termasuk penyediaan masker bagi masyarakat.
Salah seorang warga Bagansiapiapi, Yusdar (41), mengaku terkejut saat melihat kondisi kabut asap yang sangat tebal sejak pagi hari.
“Kaget saja, seperti masih malam padahal sudah pukul 06.30 WIB. Kabutnya tebal, napas langsung terasa sesak. Saya penderita asma, jadi berharap pemerintah segera membagikan masker gratis,” ujarnya.
Selain ancaman kesehatan, kabut asap juga berpotensi membahayakan pengguna jalan karena jarak pandang yang terbatas, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Terkait penanganan karhutla, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, bahkan telah menambah puluhan personel untuk ditempatkan di wilayah rawan karhutla.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat memberikan sanksi tegas kepada para pelaku pembakaran lahan, karena selain merusak lingkungan, juga membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat luas.
Saat ini, selain jarak pandang yang terganggu, suasana di Bagansiapiapi juga tampak lebih gelap dari biasanya, disertai bau asap yang pekat seperti kayu terbakar.
(Yan).
