Medan | Trisakti News : Seorang pria yang sedang berkendara bersama istri dan anaknya diduga mengalami tindakan penggeledahan oleh oknum polisi di kawasan Jalan Panglima Denai, Kota Medan, Sabtu (4/42026).
Berdasarkan keterangan di lokasi, pria tersebut awalnya diminta untuk menepi oleh oknum polisi tanpa penjelasan yang jelas terkait tugas atau operasi yang sedang dilakukan. Saat ditanya mengenai penugasan, oknum polisi tersebut tidak memberikan jawaban.
“Pria itu sudah mengatakan tidak membawa barang terlarang, namun tetap dilakukan penggeledahan hingga membuatnya ketakutan,” ujar salah seorang saksi di lokasi.
Situasi tersebut kemudian menarik perhatian seorang wartawan yang berada di tempat kejadian. Saat proses penggeledahan berlangsung, wartawan mencoba mengonfirmasi tindakan oknum polisi tersebut sambil merekam kejadian.
Namun, oknum polisi sempat menghalangi aktivitas peliputan dengan melontarkan pernyataan, “Ngapain rekam-rekam, Bu.” Wartawan tersebut kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Tak hanya itu, oknum polisi juga sempat menanyakan kartu tanda anggota (KTA) milik wartawan yang meliput kejadian tersebut.
Menurut saksi, penggeledahan baru dihentikan setelah wartawan melakukan konfirmasi secara langsung di lokasi. Saat kembali ditanya mengenai penugasan, oknum polisi tetap tidak memberikan jawaban.
Selain itu, oknum polisi juga sempat melontarkan pernyataan kepada pria yang digeledah terkait tes urine, yang dinilai menambah tekanan terhadap warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
(Suhartati).
