-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sembahyang Cem Beng Berakhir, Order Ojek di Panipahan Kembali Sepi

    Sabtu, 04 April 2026, April 04, 2026 WIB Last Updated 2026-04-04T11:30:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    Foto istimewa: Suasana penarik ojek menunggu penumpang di TPU Tionghua di Panipahan buat kan foto istimewa

    Rokan Hilir | Trisakti News : Tradisi sembahyang kubur atau dikenal dengan Cem Beng merupakan ritual tahunan masyarakat keturunan Tionghoa untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal dunia.


    Bagi masyarakat Tionghoa, Cem Beng memiliki nilai yang sangat sakral. Meski banyak yang merantau dan tinggal di kota-kota besar di Indonesia, mereka tetap menyempatkan pulang kampung untuk melaksanakan tradisi tersebut. Hal ini diyakini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur agar mendapatkan kelancaran rezeki dan usaha sepanjang tahun.


    Pelaksanaan Cem Beng berlangsung selama kurang lebih dua pekan atau sekitar 15 hari. Tahun ini, Sabtu (4/4/2026) menjadi hari terakhir rangkaian sembahyang tersebut.

    Di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi etnis Tionghoa yang cukup besar terjadi peningkatan signifikan jumlah pemudik selama perayaan Cem Beng.


    Lonjakan tersebut berdampak pada berbagai sektor, seperti meningkatnya jumlah penumpang kapal ferry, permintaan jasa ojek, serta aktivitas pedagang buah, makanan, ternak, hingga tingkat hunian hotel dan wisma.


    Aktivitas ekonomi masyarakat pun turut meningkat, mulai dari kedai kopi, rumah makan, hingga transaksi jual beli yang ramai akibat banyaknya perantau yang pulang kampung.


    Salah seorang tukang ojek lokal di Pelabuhan Panipahan, Koharudin (45), mengaku pendapatannya meningkat selama momen tersebut.


    “Lumayan, pesanan ojek meningkat. Banyak yang sudah memesan sejak malam untuk dijemput dan diantar dari rumah ke TPU Tionghoa di Panipahan,” ujarnya.


    Namun, setelah berakhirnya Cem Beng, aktivitas kembali normal.


    “Sekarang sudah selesai, jadi aktivitas kembali seperti biasa. Pendapatan juga kembali normal, cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.


    Camat Pasir Limau Kapas, Yahya Khan, SH, bersama unsur pimpinan kecamatan (Upika), mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait atas terciptanya situasi yang aman dan tertib selama pelaksanaan Cem Beng.


    “Kami berterima kasih karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, mulai dari pengaturan parkir hingga keamanan. Saat ini para perantau juga sudah mulai kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.


    Sementara itu, salah seorang pemudik, Suyanto alias Kim Hus (35), menyebutkan bahwa momen Cem Beng selalu dimanfaatkan untuk pulang kampung.


    “Ini kesempatan kami untuk berkumpul dengan keluarga, bertemu orang tua, dan bersama-sama berziarah ke makam leluhur. Ini tradisi tahunan yang wajib bagi kami,” ungkapnya.


    Selama pelaksanaan Cem Beng, personel Polsek Panipahan bersama Danposramil setempat turut berjaga untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di area TPU yang ramai dikunjungi peziarah.

    (Yan).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini