-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bantah Pengakuan Pelaku, Ibu Hamil Korban Penganiayaan di Tembung Ungkap Kronologi Sebenarnya

    Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T13:18:48Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MEDAN | Trisakti news : Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan di kawasan Terowongan Tembung, Kota Medan, memberikan klarifikasi terkait peristiwa yang viral di media sosial.


    Usai menjalani pemeriksaan di Unit Resmob Polrestabes Medan, Kamis (4/6/2026), Mulana membantah pernyataan pelaku yang menyebut dirinya merekam aksi tawuran sebelum insiden penganiayaan terjadi.


    Menurut Mulana, kejadian bermula saat dirinya dijemput sang suami sepulang bekerja. Ketika melintas di kawasan Terowongan Tembung, tepat di bawah rel kereta api, mereka melihat aksi tawuran yang disebut kerap terjadi di lokasi tersebut.


    Karena sedang hamil, Mulana dan suaminya memilih berhenti di pinggir jalan dan tidak berani melintas di area yang sedang berlangsung lemparan batu.


    “Kami tidak merekam tawuran itu. Saya sedih karena disebut merekam kejadian tawuran yang viral tersebut,” ujar Mulana.


    Ia menjelaskan, saat mereka berhenti, kondisi lalu lintas di lokasi tidak mengalami kemacetan. Namun, dua pria yang belakangan diketahui sebagai pelaku diduga memaksa mereka untuk tetap melintas di lokasi tawuran.


    Mulana mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya dan suami tidak berani melintas karena khawatir terhadap keselamatan, terlebih dirinya sedang mengandung. Namun penjelasan tersebut diduga tidak diterima para pelaku.


    Tak lama kemudian, salah seorang pelaku menghampiri dan langsung memukul suaminya.


    “Saya bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tetapi setelah itu suami saya langsung dipukul,” tuturnya.


    Melihat sang suami menjadi korban penganiayaan, Mulana berusaha merekam kejadian tersebut sebagai bukti untuk dilaporkan ke polisi. Namun upayanya gagal setelah telepon genggamnya terjatuh saat keributan berlangsung.


    Tidak hanya itu, Mulana juga mengaku menjadi korban kekerasan fisik. Ia menyebut salah seorang pelaku menendang bagian perutnya yang sedang mengandung.


    “Setelah itu datang satu pelaku lagi dan menendang perut saya. Jadi memang ada dua pelaku,” ungkapnya.


    Selain dugaan penganiayaan, Mulana dan suaminya juga mengaku sempat mendapat ancaman menggunakan senjata api dari para pelaku.


    Akibat kejadian tersebut, Mulana mengaku mengalami tekanan psikologis dan kelelahan karena harus menjalani pemeriksaan serta mengurus proses hukum selama dua hari terakhir.


    Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada saksi yang merekam kejadian serta kepada pihak kepolisian yang telah menangani kasus tersebut hingga para pelaku berhasil diamankan.


    “Saya berterima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini sampai pelakunya ditangkap,” katanya.


    Kondisi Janin Dipastikan Sehat

    Di sisi lain, kondisi janin yang dikandung Mulana dipastikan dalam keadaan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis.


    Mulana yang tengah mengandung tujuh minggu atau memasuki trimester pertama kehamilan mengaku sempat diliputi kekhawatiran setelah mengalami kekerasan fisik, termasuk tendangan ke bagian perut saat insiden tersebut terjadi.


    “Puji Tuhan, hasil USG tadi menunjukkan kandungan saya sehat,” ujarnya.


     Ia mengatakan kehamilan saat ini memiliki arti yang sangat penting bagi dirinya dan sang suami. Pasalnya, sebelum kehamilan tersebut, Mulana pernah mengalami keguguran pada akhir tahun lalu.


    Sementara itu, dua pelaku yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut diketahui bernama Zulyarham dan Zulfikar. Keduanya telah diamankan Unit Resmob Polrestabes Medan di kediaman masing-masing di Jalan Bersama, Gang Bantan, Kota Medan.


    Sebelumnya, video penganiayaan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut untuk proses hukum lebih lanjut.

    (red).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini