BATU BARA|TrisaktiNews: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, Wali Wala Ahazari Sagala, S.Pd., M.H., menunjukkan teladan kepemimpinan yang dialogis dan humanis. Beliau menyambut langsung dengan hangat aksi damai yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah di halaman Kantor Dinas Pendidikan pada Jumat (5/5/2026).
Langkah persuasif yang diambil Kadis Pendidikan ini mendapat apresiasi positif, karena dinilai mampu mengubah suasana aksi penyampaian aspirasi menjadi forum diskusi yang sejuk dan produktif.
Dengar Aspirasi Mahasiswa Secara Langsung
Dalam aksi tersebut, lima orang perwakilan mahasiswa Al-Wasliyah menyampaikan orasi terkait peningkatan mutu pendidikan, pemerataan akses, serta transparansi anggaran pendidikan di daerah. Berkat pendekatan yang humanis dari pihak kedinasan dan aparat, orasi berlangsung dengan sangat tertib tanpa mengganggu roda aktivitas perkantoran.
Tidak sekadar menyaksikan dari jauh, Wali Wala Ahazari Sagala yang didampingi oleh Sekretaris Dinas, seluruh Kepala Bidang, serta unsur TNI-Polri termasuk Kapolsek Lima Puluh AKP Salomo Sagala, S.H. dan Babinsa Perupuk Joko P. langsung turun menemui massa aksi. Dengan sikap yang ramah dan terbuka, Kadis Pendidikan mengajak perwakilan mahasiswa untuk masuk ke ruang pertemuan guna berdialog secara sehat.
"Kami sangat menghargai dan menaruh hormat kepada adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya secara damai dan tertib. Ini adalah bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap masa depan dunia pendidikan. Semua masukan berharga ini kami catat dan segera dibahas bersama tim teknis untuk ditindaklanjuti secara konkret," ujar Wali Wala Ahazari Sagala usai pertemuan tersebut.
Apresiasi dari Mahasiswa atas Keterbukaan Dinas Pendidikan
Sikap responsif dan rendah hati yang ditunjukkan oleh Kadis Pendidikan beserta jajarannya memanen pujian dari pihak mahasiswa. Ketua Aksi, Yasir Pratama, bersama Penanggung Jawab Aksi, Rekka Wahyu, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keterbukaan Dinas Pendidikan serta kesiapsiagaan unsur TNI-Polri dalam mengawal aksi dengan pendekatan yang persuasif.
Pihak mahasiswa berharap komunikasi yang solutif ini dapat terus terjaga demi melahirkan kebijakan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Batu Bara.
Aksi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut berakhir dengan sangat tertib. Massa membubarkan diri secara teratur dengan pengawalan humanis dari aparat keamanan. Melalui momentum ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara kembali menegaskan komitmennya bahwa pintu dialog akan selalu terbuka lebar bagi seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat demi kemajuan pendidikan bersama.
(Erda)


