-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Lestarikan Warisan Melayu Pesisir, Disporabudpar Batu Bara Matangkan Persiapan Pesta Tapai 2026

    Sabtu, 10 Januari 2026, Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T06:11:25Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BATU BARA |Trisakti news :Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) mulai mematangkan persiapan perhelatan akbar Pesta Tapai 2026. Tradisi tahunan yang menjadi ikon budaya masyarakat Melayu Pesisir ini diproyeksikan berlangsung lebih semarak sebagai upaya menjaga warisan leluhur, khususnya di Desa Mesjid Lama dan Desa Dahari Selebar, Kecamatan Talawi.


    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disporabudpar Kabupaten Batu Bara, Widaruna, SE, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor tengah diintensifkan. Fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan kenyamanan pengunjung tanpa menghilangkan autentisitas prosesi adat yang telah ada sejak lama.


    "Pesta Tapai bukan sekadar pasar musiman. Ini adalah manifestasi identitas dan kearifan lokal masyarakat Melayu Pesisir Batu Bara yang diwariskan turun-temurun. Kami ingin nilai historisnya tetap terjaga di tengah modernisasi," ujar Widaruna saat meninjau lokasi persiapan, Jumat (9/1/2026).


    Filosofi dan Akar Sejarah

    Secara historis, Pesta Tapai memiliki kedalaman makna yang berkelindan dengan nilai religiusitas. Tradisi ini rutin digelar menjelang bulan suci Ramadan sebagai simbol penyambutan bulan penuh berkah atau sering disebut sebagai tradisi munggahan.


    Tapai—makanan fermentasi dari pulut (ketan)—dipilih sebagai hidangan utama karena filosofinya yang mendalam. Proses fermentasi yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan "kebersihan hati" disimbolkan sebagai representasi kesiapan batin umat Muslim dalam menyambut ibadah puasa.


    Dahulu, momentum ini juga menjadi titik temu bagi para pelayar, pedagang, dan nelayan Melayu dari berbagai kedatukan (seperti Kedatukan Pesisir dan Lima Laras) untuk berkumpul bersama keluarga serta mempererat silaturahmi sebelum memasuki masa fokus beribadah.


    Peningkatan Fasilitas dan Daya Tarik

    Untuk mendukung kesuksesan acara tahun ini, Disporabudpar menekankan dua poin strategis dalam persiapannya:


    Penataan UMKM: Pengaturan lapak pedagang tapai dan lemang akan dilakukan secara lebih terstruktur agar lebih tertib, bersih, dan higienis bagi konsumen.


    Edukasi Budaya: Penyediaan panggung budaya yang akan menampilkan seni tradisi Melayu guna memperkenalkan warisan lokal kepada generasi muda (Gen-Z).


    Pesta Tapai 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari pertengahan bulan Sya'ban hingga sehari sebelum Ramadan (Punggahan) ini diharapkan menjadi magnet wisatawan. Pemerintah Kabupaten Batu Bara optimis kegiatan ini tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi kreatif bagi UMKM lokal, tetapi juga memperkokoh posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Sumatera Utara.


    (Erda).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini