Tidak ada yang tahu jika telah terjadi peristiwa pencabuli itu yang di alami Melati (14) pada Rabu (1/4/2026) jam 12.00 Wib siang lalu.
Aib itu terbongkar ketika NA (52) nenek korban yang nota bonenya istri SY (54) sang pelaku ketika membolak-balik buku cucunya menemukan buku diary catatan cucunya
NA (52) terbaca catatan dari jarinkevul korban di buku diary sang cucu yang menulis perbuatan asusila kakeknya itu.
Kamis (2/4/2026) NA (52) menanyakan kepada SY (54) suaminya atas isi buku diary yang telah ia baca.
Awalnya SY (54) berkilah,akhirnya isi diary tersebut berbuntut laporan polisi.
NA,nenek yang kesal karena cucunya telah mengalami pelecehkan oleh suaminya yang juga kakek korban lansung mendatangi Polsek Kubu untuk membuat .
Berbekal laporan polisi LP/B/8/IV/Unit Reskrim Polsek Kubu/Polres Rohil/Polda Riau,tanggal 2 April 2026 Unit Reskrim Polsek Kubu bergerak cepat menangkap pelaku.
Kakek durjana yang sudah bau tanah ini akhirnya di tangkap dan fi boyong ke Mapolsek Kubu.
Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kapolsek Kubu AKP Rudi Artono Sitinjak SH.MH kepada wartawan Senen (6/4/2026) membenarkan kejadian ini dan menyebutkan pihaknya menangani kasus asusila tersebut.
" Benar,kami sedang menangani dan menyelidiki kasus dugaan asusila ini ,pelapornya NA nenek korban Melati 14 Tahun sedangkan terlapor adalah SY 54 Tahun kini pelaku sudah di amankan , " Sebut AKBP Rudi Artono Sitinjak SH.MH.
" Korban sudah di visum et revertum, barang bukti sudah diamankan, beberapa saksi telah dimintai keterangan, " Aku Kapolsek Kubu ini.
Kini SY (54) di hadapkan atas pelanggaran Pasal 82 ayat (1) Junto Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor : 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.
Peristiwa aib itu terjadi ketika Melati (14) sendiri di ruma,ia baru selesai mandi,karena tak tahan melihat kemolekan tubuh gadis ranum ini membuat sang kakek gagal mengontrol nafsunya.
Endingnya terjadilah peristiwa pencabulan itu.
Cerita asusila kakek kepada cucunya ini menjadi cerita hangat di Kubu.
Banyak warga berkomentar agar kejadian ini tidak terulang lagi di daerah mereka.
" aib,korbannya keluarga sendiri,betapa rapuhnya iman, hilangnya adap,kita berharap tidak terulang lagi kasus seperti ini dan nama kampung tidak di kotori,mari jaga dan awasi serta perhatikan anak jangan sendiri di rumah, walau dengan keluarga sendiri," Ingat Basri (46) warga Kubu ketika menyikapi kejadian ini.
(Yan).
