-->
  • Jelajahi

    Copyright © Trisakti News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Intimidasi Buruh Bongkar Muat, Oknum TNI Menuai Kecaman di Pematangsiantar

    Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T02:43:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Pematangsiantar | Trisakti news : Sejumlah buruh bongkar muat di Kota Pematangsiantar mengaku mengalami intimidasi dari seorang oknum TNI saat berlangsungnya negosiasi upah bongkar muat sebuah mobil pick-up di Jalan Rakuta Sembiring, Kamis (4/6/2026).


    Menurut keterangan para buruh, proses negosiasi terkait upah bongkar muat telah berlangsung sejak Rabu (3/6/2026). Namun hingga saat itu belum tercapai kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.


    Ketika perundingan kembali dilanjutkan pada Kamis pagi, seorang oknum TNI yang berada di lokasi diduga mengeluarkan pernyataan bernada ancaman kepada para pekerja. Ketua kelompok buruh, Dippan, mengaku mendengar ucapan yang membuat para buruh merasa terintimidasi.


    Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Ketua DPC Siantar-Simalungun PERMAHI, Jems Steven G., yang datang ke lokasi setelah menerima laporan dari para buruh.


    Jems mengecam keras dugaan tindakan intimidasi tersebut. Menurutnya, aparat negara seharusnya hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, bukan sebaliknya.


    "TNI seharusnya menjaga kedaulatan negara dan melindungi rakyat, bukan mengintimidasi masyarakat yang sedang memperjuangkan hak-haknya," ujar Jems kepada wartawan.


    Selain para buruh, sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga mengaku mendengar pernyataan bernada ancaman yang diduga disampaikan oleh oknum tersebut.


    Ketua GESPERSI, Alexander, turut menyampaikan bahwa oknum yang dimaksud sempat mengeluarkan ucapan yang dianggap menantang para pekerja dan masyarakat sekitar.


    Situasi di lokasi sempat memanas setelah terjadi perdebatan antara Jems Steven G. dan oknum TNI tersebut. Namun tidak lama kemudian, yang bersangkutan meninggalkan lokasi. Para buruh yang sebelumnya berkumpul akhirnya membubarkan diri secara tertib tanpa terjadi insiden lanjutan.


    Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan intimidasi tersebut. Masyarakat berharap peristiwa ini dapat ditindaklanjuti secara profesional dan transparan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    (red).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini